Menu Tutup

Asal Mula dan Perkembangan AC

Asal mula dan perkembangan AC atau Air Condition sebenarnya sangat erat kaitannya dengan upaya manusia untuk mengawetkan makanan.  Pada zaman dahulu, manusia menyimpan cadangan makanannya di dalam gua berbatu di mana secara alami dindingnya bersuhu rendah.

Asal Mula Refrigerasi Kuno

  • Menurut sebuah catatan sastra Cina kuno pada 1000 tahun sebelum Masehi, bangsa China telah menggunakan gudang salju untuk mengawetkan makanannya.
  • Sementara itu bangsa Romawi dan Yunani kuno juga membuat gudang makanan bawah tanah menggunakan salju yang dipadatkan. Salju padat tersebut diinsulasi menggunakan rumput, pupuk kotoran hewan dan tanah.
  • Orang-orang Mesir, Estonia dan India pada zaman dulu juga memiliki kemampuan mendinginkan air dan membuat es dengan cara yang sangat sederhana. Mereka menyimpan air dalam wadah tanah liat lalu meletakkannya di tempat yang rendah dan membiarkannya sepanjang malam di lubang di bawah tanah.
  • Pada 2000 tahun sebelum Masehi, penduduk asli Pulau Crete di Mediteranian juga sudah mengetahui bahwa suhu yang rendah sangat penting untuk mengawetkan makanan.
  • Masyarakat Minoan kuno di Cyprus juga menyimpan es saat musim dingin dalam gua bawah tanah. Gua tersebut kemudian digunakan untuk menyimpan makanan saat musim panas.
  • Sekitar tahun 300 SM , Alexander Agung di memberikan tentaranya minuman yang didinginkan dengan salju untuk meningkatkan semangat tentaranya.
  • Pada tahun 755 M Khalif Madhi mengoperasikan transportasi dari Lebanon melintasi padang pasir ke Mekkah yang dilengkapi dengan sistem refrigerasi yang menggunakan salju sebagai refrigerantnya.
  • Pada tahun 1040 M Sultan Kairo menggunakan salju untuk mengangkut kebutuhan dapurnya dari Syiria setiap hari.
  • Sejak zaman dahulu masyarakat Arab telah mengetahui cara menjaga air agar tetap dingin, yaitu dengan menyimpannya dalam kendi tanah. Cara sederhana ini juga banyak dijumpai di beberapa daerah di Indonesia, tapi tidak diketahui permulaannya.
  • Awal abad keempat Masehi, orang-orang Hindia Barat telah mengetahui bahwa sejumlah garam, seperti sodium nitrat, bila dicampur dalam air akan mengakibatkan suhu yang lebih rendah.

Sejarah Refrigerasi Abad 19

Di Amerika Serikat, khususnya di sekitar Sungai Hudson dan Maine, pada pertengahan abad 19 M terdapat perdagangan penting es alam. Di Eropa pada masa yang sama, balok es alam dari Norwegia amat diminati.

Sejak tahun 1805 hingga akhir abad 19 M, kapal-kapal layar mengangkut es alam dari Amerika Utara ke berbagai negara yang lebih hangat seperti Hindia Barat, Eropa, dan bahkan India dan Australia.

Pada 1872, 225 ribu ton es alam diangkut ke daerah-daerah tersebut. Pada permulaan tahun 1806 kapal laut Favorite berlayar ke pelabuhan St. Pierre, Martinique (Karibia) dengan membawa 130 ton balok es. Pelayaran ini diduga sebagai misi dagang skala besar pertama di bidang refrigerasi, sang pemilik kapal ini adalah Frederic Tudor.

Karena kala itu es belum dikenal di Martinique dan tidak ada fasilitas penyimpanannya, maka biaya yang dibutuhkan menjadi besar, namun itu dapat diatasi oleh Tudor. Bersama seorang pemilik rumah makan, ia membuat dan memperkenalkan es krim (ice cream) di Hindia Barat.

Beberapa tahun kemudian, dengan dibangunnya gudang es di St. Pierre dan dengan digunakannya serbuk kayu cemara sebagai insulasi sepanjang perjalanan transportasi kargo es-nya, Tudor mengembangkan idenya hingga menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan.

Ia membuat kontrak kerja untuk memotong es di kolam-kolam dan sungai-sungai sepanjang New England dan mengirimnya ke berbagai tujuan, tidak hanya ke Hindia Barat dan Amerika Serikat bagian selatan, namun juga ke tempat-tempat jauh seperti Amerika Selatan, Persia, India, dan Hindia Timur.

Tahun 1849 total kargonya mencapai 150 ribu ton es. Sampai tahun 1864 Tudor telah mengapalkan es-nya ke 53 pelabuhan di berbagai bagian dunia. Bisnis yang ia temukan telah mengubah hidup dan kebiasaan orang di seluruh dunia, dan metode yang digunakannya masih terus digunakan hingga pada tahun 1880-an digantikan dengan produksi es buatan dengan mesin.

Mesin Pendingin Sentrifugal Willis H Carrier New York 1922 Carrier Corporation

Pada masa itu refrigerasi mekanika telah jauh lebih baik dari sebelumnya. Berbagai tipe kompresor dan daur refrigerasi telah digunakan. Dapat dikatakan bahwa sistem refrigerasi mekanika pertama kali diperkenalkan oleh seorang berkebangsaat Skotlandia, yaitu William Cullen. 

Pada tahun 1755 Cullen membuat es dengan mengevaporasi ether pada tekanan rendah. Pada 1810 Sir John Lesley untuk pertama kalinya berhasil membuat es dengan mesin yang memakai prinsip serupa.

Tonggak Sejarah Perkembangan AC

Tonggak sejarah pengembangan refrigerasi adalah pada tahun 1834 ketika Jacob Perkins, berkebangsaan Amerika, mendapatkan paten nomer 6662 dari Inggris untuk mesin kompresi uap – yang saat ini prinsipnya banyak digunakan dalam sistem refrigerasi.

Perkins menyatakan suatu siklus tertutup yang meliputi evaporasi dan kondensasi dengan memanfaatkan suatu fluida untuk mendinginkan fluida lainnya. Namun apa yang diajukan oleh Perkins masih memerlukan rancangan lebih lanjut.

James Harrison, asal Skotlandia yang berimigrasi ke Australia pada tahun 1837, menemukan sebuah mesin pendingin pada sekitar awal tahun 1850.  Alexander Twinning memproduksi satu ton es per hari pada tahun 1856 in Cleveland, Ohio.

Mesin Pembuat Es John Gorrie

Pada tahun 1851 Dr. John Gorrie dari Florida mendapatkan paten Amerika pertama untuk mesin es yang menggunakan udara terkompresi sebagai refrigeran. Sebagai seorang dokter sekaligus ahli Físika, terdorong untuk meringankan penderitaan orang yang terkena demam dan lainnya yang menimbulkan suhu tinggi.

Profesor A.C. Twining dari New Haven mengembangkan mesin temuan Gorrie tersebut dengan menggunakan sulfuric ether. Dr. James Harrison dari Australia juga mengembangkan mesin dengan sulfuric ether dan pada tahun 1860 ia membuat pemasangan perangkat refrigerasi pada industri.

Pada tahun 1861 Dr. Alexander Kira dari Inggris membuat mesin dengan udara dingin yang serupa dengan mesin Gorrie; mesinnya mengkonsumsi satu pon batu bara untuk menghasilkan empat pon es. Carl Von Linde menjelaskan refrigerasi dengan teori termodinamika.

Ilmuwan-ilmuwan lainnya, dari Inggris, Jerman, Perancis, Amerika dan Belanda telah berkontribusi dalam pengembangan refrigerasi: seperti Carre, Black, Faraday, Carnot, Joule, Mayer, Clausius, Thompson, Thomson (Lord Kelvin), Helmholtz dan Kamrelingh Onnes.

Asal Mula dan Perkembangan AC Awal Abad 20

Pada peralihan abad 19-20, kompresor masih digerakkan oleh uap dengan kecepatan maksimum 50rpm. Di tahun 1900 industri refrigerasi kental diwarnai oleh peralihan dari konsumsi es alami ke es buatan. Persaingan antara manfaat kedua produk tersebut berlangsung sekitar 15 tahun.

Pada kisaran tahun tersebut ice-cream menjadi sebuah industri yang mulai menarik. Begitu pula beberapa aplikasi refrigerasi lainnya seperti untuk arena luncur es, penyimpanan bulu pendinginan air minum. Begitu pula air conditioning untuk pembuatan film untuk kamera, roti dan permen.

Air conditioning dengan kapasitas pendinginan 450ton untuk pertama kalinya dipasang di New York Stock Exchange. System yang sama pada waktu yang hampir sama juga dipasang di sebuah teater Jerman.

Tahun 1905 Gardner T. Voorchees mempatenkan kompresor (multiple-effect compressor) temuannya, dimana gas refrigerant dari dua evaporator dengan tekanan berbeda bisa ditarik dan ditekan dalam satu silinder tunggal. Menariknya, penemuannya baru dikembangkan 40 tahun kemudian.

Memasuki tahun 1911 kecepatan kompresor meningkat menjadi antara 100 hingga 300rpm. Pada tahun 1915 untuk pertama kalinya kompresor dua tingkat dioperasikan. Sistem ini masih belum baik dan dipergunakan hingga tahun 1940.

Asal Mula dan Perkembangan AC Pasca Perang Dunia I

Setelah Perang Dunia Pertama, Biro Standar Nasional Amerika membuat rumusan yang akurat untuk panas laten untuk es, sehingga perancangan sistem refrigerasi menjadi lebih baik. Perkembangan selanjutnya kompresor rotary dan unit steam-jet mulai digunakan, dan refrigerasi menjadi umum digunakan di industri minyak.

Perkembangan teknologi refrigerasi sejak awal abad 20 tersebut sangat menarik, mengingat pada tahun 1890an menurut ahli sejarah Stewart Holbrook, Lost Men of American History, air soda dan ice-cream menjadi objek serangan dalam khotbah keagamaan saat itu

Bahkan di kota-kota tertentu di Midwest air soda dan ice-cream dilarang secara hukum, selain itu juga adanya anggapan bahwa gudang pendinginan dan es buatan tidak baik untuk kesehatan. Ada pula anggapan bahwa kecepatan kompresor melebihi 100rpm adalah hampir tidak mungkin dibuat.

Melihat fakta-fakta saat ini tentu saja penolakan-penolakan tersebut tampak menggelikan. Kompresor, yang merupakan bagian penting dari sistem refrigerasi, pada perkembangan selanjutnya dapat dibuat dengan kecepatan yang lebih tinggi, ukuran yang lebih kecil, dan menggunakan multi-silinder.

Lonjakan produksi dalam industri refrigerasi dan air conditioning terjadi mulai tahun 1930an. Refrigerasi di USA pada tahun 1940 mengambil bagian lebih dari 13% (energi) dari total perdagangan peralatan mesin saat itu.

Perdagangan refrigerasi saat itu setidaknya bisa diklasifikasikan menjadi empat bagian, yaitu: refrigerasi untuk rumah tangga menempati urutan pertama, yang diikuti oleh refrigerasi untuk industri, air conditioning, dan refrigerasi komersial.

Perkembangan Regrigerator Modern

Pada tahun 1960, diperkirakan dari 50juta rumah yang tersambung aliran listrik di USA, 49juta (98%) diantaranya memiliki refrigerator. Setelah 1960, perdagangan freezer untuk industri tercatat melebihi refrigerator untuk rumah tangga. Perdagangan unit pendingin lainnya seperti untuk gudang, tempat tinggal, mobil dan kereta total nilainya mencapai milyaran dollar per tahun di tahun 1960an.

Sejalan dengan kebutuhan dan perkembangannya, variasi aplikasi refrigerasi dan air conditioning terus bertambah. Angkutan untuk produk-produk dari industri makanan dan minuman serta pertanian dan perternakan perikanan juga mendorong meningkatnya perkembangan dan perdagangan dalam industri refrigerasi dan air conditioning.

Di bidang industri, refrigerasi mampu membantu meningkatkan efisiensi sistem, dan juga mampu menjadi solusi bagi proses-proses industri yang membutuhkan temperatur rendah. Demikian pula air conditioning, menjadi solusi bagi proses-proses industri yang membutuhkan pengaturan kondisi udara tertentu.

Dalam bidang medis, refrigerasi dan air conditioning bukan hanya mengambil peran yg terkait dengan instrumen medis.  Namun juga penanganan obat-obatan serta zat-zat lainnya yang memerlukan perlakuan pada temperatur tertentu, bahkan juga proses-proses operasi medis.

Demikianlah asal mula dan perkembangan AC dari zaman primitif hingga modern. Artikel ini disusun berdasarkan data dari berbagai sumber. Bagikan artikel dengan menyalin URL ini https://bit.ly/sejarahac

Bagi anda yang membutuhkan Sewa AC Standing  untuk acara  resepsi pernikahan, pesta ulang tahun, rapat, seminar dan lain-lain, silahkan menghubungi Sukses Mandiri baik via telepon ke nomor 021-48702185 atau via WA ke 082123285234, 081294284413 atau 0813 1414 9386.

 

 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

WhatsApp chat